Eddie Van Halen Legenda Gitar Dunia Berdarah Banten
LOTTO02 SLOT TERGACOR RTP AKURAT TERBAIK
LOTTO02- Edward Lodewijk van Halen alias Eddie van Halen Nama Eddie tak hanya mewangi di Negeri Paman Sam. Sang legenda memiliki darah keturunan Indonesia. Pada November 2019, gitaris band Extreme, Nuno Bettencourt menuliskan cerita pahlawan Amerika.
Dalam tajuk The Motherland, Nuno menjabarkan sosok Guitar God atau gitaris legenda pada awal munculnya gitar elektrik yang memberi pengaruh besar terhadap musik. Dia menyebut, pahlawan AS tak selalu memiliki 'bibit' Amerika. Nuno tengah membicarakan ibunda Eddie Van Halen, Eugenia van Beers, perempuan Eropa-Indonesia asal Rangkasbitung.
Nama Eddie tak hanya mewangi di Negeri Paman Sam. Sang legenda memiliki darah keturunan Indonesia. Pada November 2019, gitaris band Extreme, Nuno Bettencourt menuliskan cerita pahlawan Amerika.
Dalam tajuk The Motherland, Nuno menjabarkan sosok Guitar God atau gitaris legenda pada awal munculnya gitar elektrik yang memberi pengaruh besar terhadap musik. Dia menyebut, pahlawan AS tak selalu memiliki 'bibit' Amerika. Nuno tengah membicarakan ibunda Eddie Van Halen, Eugenia van Beers, perempuan Eropa-Indonesia asal Rangkasbitung.
"Wanita yang di gambar ini, saya baru saja mendarat di tanah kelahirannya. Pulau Jawa, Indonesia. Ini adalah pusat dari kekuatan Kerajaan Hindu-Buddha, Kesultanan Islam, dan pusat dari kolonial Hindia Belanda," tulis Nuno melalui laman Facebook, Jumat, 1 November 2019.
Merujuk cerita Nuno, ayah Eddie van Halen, Jan Valen jatuh hati dengan gadis Indonesia yaitu Eugenia, ibu dari Eddie. Ketika itu, sejumlah musisi jazz Belanda datang ke Jawa untuk beraksi. Jan van Halen dikenal mahir memainkan saksofon untuk musik jazz.
Jan van Halen dan Eugenia kemudian merajut kasih. Namun kemudian, Jan van Halen harus memutuskan rumah untuk tinggal setelah Jepang melepas bom Hiroshima sebagai penanda berakhirnya perang dunia kedua.
Jan van Halen lalu memutuskan bertolak kembali ke Belanda dan membawa Eugenia. Mereka menikah lalu pindah ke Pasadena, California. Alex dan Eddie kemudian lahir. Cerita ini menarik perhatian Nuno yang kagum dengan kisah cinta dari Indonesia.
"Mengapa ini menarik perhatian saya? Karena cerita cinta ini berangkat dari Indonesia ke Belanda dan akhirnya ke Pasadena, California, dan melahirkan bagiku seorang G.O.A.T (greatest of all time, Edward Van Halen," tulis Nuno.
AWAL MULA BERMUSIK
Eddie Van Halen paling dikenal sebagai gitaris utama dari band hard rock legendaris Van Halen. Namanya melejit saat memperkenalkan teknik solo gitar tapping atau menekan dengan dua tangan di fret gitar, sembari memainkan arpeggio dengan cepat. Pada tahun 2012, dia terpilih dalam polling majalah Guitar World sebagai salah satu gitaris terbesar sepanjang masa.
Seperti dilansir New York Times, pada tahun 1962, tepat saat Eddie Van Halen berusia 7 tahun, keluarganya pindah dari Belanda ke Amerika Serikat. Semua itu karena prasangka buruk terhadap ibunya dan kesempatan kerja yang tidak menguntungkan di Belanda. Mereka menetap di Pasadena, California. Ibunya bekerja sebagai pembantu, sementara ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan sambil mencari pekerjaan sebagai musisi.
Eddie dan kakaknya Alex Van Halen--yang kemudian membentuk grup Van Halen bersamanya--dinaturalisasi sebagai warga negara Amerika Serikat. Kakak beradik itu belajar main piano klasik sejak enam tahun.
“Saya tidak pernah belajar cara membaca musik,” katanya pada Rolling Stone pada 1995. “Saya membodohi guru saya selama enam tahun. Dia tidak pernah tahu. Saya akan menjaga jari-jarinya, dan saya akan memainkannya."
Namun, semuanya berubah saat ia mendengar grup band asal Inggris, The Dave Clark Five, sejak saat itu, ia dan kakaknya Alex terinspirasi untuk bermain rock n roll, dengan Eddie pada drum dan Alex pada gitar. Namun, mereka bertukar fotmasi setelah Eddie mengetahui bahwa kakaknya memiliki perasaan yang lebih baik pada perkusi.
Sejak saat itu, Eddie secara tekun dan serius belajar bermain gitar. Eddie dan Alex pertama kali membentuk band bernama Broken Combs. Pada tahun 1972, mereka membentuk grup baru bernama Genesis, padahal nama itu sudah dipakai oleh band asal Inggris.
Mereka menyewa sound system dari David Lee Roth yang kemudian menjadi vokalis mereka. Dua tahun kemudian, mereka merekrut Michael Anthony sebagai pemain bas dan mengubah nama band mereka menjadi Mammoth. Singkat cerita, baik Eddie, Alex, Lee Roth dan Anthony mantap mengubah nama band menjadi Van Halen. Kesuksesan yang pernah diraih band ini adalah menjual lebih dari 56 juta album di Amerika Serikat saja.
Dari sana, Eddie Van Halen dikenal dengan permainan gitarnya yang memukau, ia menggabungkan harmonik yang kompleks dengan perangkat yang dia patenkan untuk instrumennya. Hal itu menjadikannya sebagai gitaris paling berpengaruh di generasinya.
Van Halen paling dihormati oleh rekan-rekannya karena menyempurnakan teknik ketukan dua tangan pada fret gitar yang kelak dikenal dengan teknik tapping. Ia juga menerima hak paten untuk tiga perangkat gitar yang ia ciptakan.
“Saya selalu mendorong segala sesuatunya melewati tempat yang seharusnya,” kata Eddie Van Halen kepada situs Zocalo Public Square.
Terkait dengan kepiawaiannya bermain gitar, rekannya Joe Satriani menyatakan: “Eddie mengembalikan senyuman pada gitar rock pada saat itu menjadi sedikit merenung,” kata Joe Satriani kepada majalah Billboard pada tahun 2015. “Dia juga membuat takut jutaan gitaris karena dia sangat baik."










Komentar
Posting Komentar